Dengan sepeda ini banyak sekali suka duka yang dialami bapak karena karena harus sering bertugas malam hari dan keluar masuk hutan, menyeberangi sungai. Kadang bertemu ular besar di tengah hutan, pernah juga di Temayang mau pulang bingung, seharusnya belok kanan menuju Sugihwaras tapi beliau belok kiri/barat sampai di Dander, yang akhirnya diteruskan ke Bojonegoro terus ke Balen.
Kenapa tidak pakai sepeda motor ? Sebelumnya bapak memakai sepeda motor Honda Bebek 50cc warna merah buatan tahun 67 yang sedelnya masih terpisah. Kemudian ganti Honda 69 warna biru, yang setiap saya bangun tidur punya tugas mengelap dan membunyikan sepeda tersebut. Suatu hari karena lagi apes, bapak waktu berangkat ke kantor dalam perjalanan menabrak sapi, sehingga tangan kanan beliau putus. Akhirnya trauma dan sepeda motor dijual ganti sepeda onthel. Tapi tugas saya tetap berlanjut untuk mengelap sepeda setiap pagi meskipun onthel. Dan bapakpun sangat sayang dengan sepeda ini, karena tiap malam sepeda ini dikunci dengan rantai, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan Sehingga cat rangkanya pada mengelupas kena gesekan rantai besi.
Beliau bercerita suka dukanya setelah saya berumah tangga. Dan saya berpikir begitu berat perjuangan beliau untuk menghidupi keluarga, yang waktu itu saya hanya keluyuran, makan dan tidur. Makanya sepeda beliau saya koleksi untuk kenang-kenangan, karena nilai historisnya tinggi. JZ13MGS
(diposting oleh http://souvenirjati.blogspot.com)



